Langsung ke konten utama

#Day 8 Post a beautiful story about Rasulullah!


Bila diminta menceritakan tentang Rasulullah maka tidak ada habisnya. Semuanya beautiful, semuanya mengena di hati. Agak bingung untuk memilih salah satunya saja. Tapi untuk challenge ini yaa mau tidak mau memang harus memilih. Lagipula waktu untuk menuliskannya juga terbatas. Baiklah, saya akan mencoba menceritakan sedikit tentang keajaiban-keajaiban yang terjadi saat kelahiran Sang Pembawa Rahmat seluruh alam.


Rasulullah lahir dalam keadaan yatim, ayahnya meninggal saat beliau masih di kandungan. Kelahiran sang rahmatan lil alamin sudah diawali dengan kemunculan aneka tanda yang tidak biasa. Semesta telah menantinya. Langit dan bumi bersiap menyambutnya dengan suka cita.
Ia lahir dalam suasana yang lama tak dirasakan penduduk Kota Makkah: tenang, syahdu, dan damai. Cerah langit sepertiga malam tanpa tersaput awan.

Menjelang kelahirannya, padamlah api sembahan kaum Majusi. Padahal api ini konon tak pernah padam selama ribuan tahun. Tanda yang lain adalah robohnya pilar-pilar istana Raja Qisra Romawi. Pun berhala di sekitaran Ka'bah retak bahkan hingga hancur. Danau 'A' yang dianggap suci oleh orang Persia surut. Semenanjung mereka yang disebut Tasik Sava tenggelam. Tak lupa pula peristiwa besar kocar kacirnya pasukan gajah Raja Abrahah. Usahanya menghancurkan Ka'bah digagalkan oleh serangan burung Ababil utusan Allah. Inilah mengapa tahun kelahiran Rasulullah disebut tahun gajah.

Kala detik-detik menanti lahirnya sang putra, Siti Aminah ibunda Rasulullah ditemui oleh 4 wanita mulia. Mereka menyampaikan kabar gembira nan menenangkan tentang kelahiran sang pembawa rahmat.

Setelah lahir, sang kakek, Abdul Mutholib, dengan penuh rasa bahagia membawa bayi kecil mulia itu ke Ka'bah dan menamainya Muhammad. Sebuah nama yang cukup asing di kalangan masyarakat Makkah masa itu. Ia memilih nama tersebut dengan harapan agar dapat menjadi sosok yang terpuji bagi Tuhan di langit dan bagi makhluk-Nya di bumi.

Sebenarnya sebagaimana cerita sejarah lainnya, ada beberapa hal yang terdapat perbedaan pendapat. Termasuk tanggal pastinya kelahiran Rasulullah. Memang yang luas kita kenal adalah 12 Rabiul Awwal. Namun ada yang menyebut selain itu juga. Mengenai tahun dan kronologi peristiwa yang menyertainya juga demikian. 

Meskipun begitu perbedaan yang ada tidaklah elok untuk dipertentangkan dan diperdebatkan. Perlu memilih berbijak sikap agar dapat menjadikan kisah kelahiran Rasulullah sebagai salah satu sumber usaha mencintai beliau.

Baiklah, saya cukupkan saja ceritanya. Tulisan ini saya bahasakan sendiri dengan mengacu pada beberapa sumber. Semoga dapat memberikan manfaat bagi yang membacanya. Aamiin.

N010520W
23.18
Kembali jelang tengah malam~
#Post_itivity

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#Day 25 Share 1 story about hikmah ramadan!

'Cinta terlarang' kami memang sudah semestinya berakhir, semoga selamanya~ Saya dan pusing adalah sepasang yang mulanya selalu bersama. Setiap hari setidaknya pasti ada satu momen dimana saya berjumpa dengannya. Pusing yang saya maksud adalah tipe yang rasanya muter sampai badan seperti mau ambruk. Ini terutama saya rasakan kalau berpindah posisi tubuh secara tiba-tiba. Misalnya dari rebahan langsung duduk atau dari duduk langsung berdiri. Perlu waktu beberapa detik penyesuaian sambil memejamkan mata dahulu agar berhasil stabil. Kalau dilihat dari tekanan darah sebenarnya memang konsisten cenderung lebih rendah daripada orang lain pada umumnya. Tapi setelah berkonsultasi dengan suster sekolah katanya itu bukan masalah, karena setiap orang punya kisaran normalnya sendiri. Dugaan lain yang menjadi penyebabnya adalah rendahnya kadar hemoglobin dalam darah saya. Iya yang ini cukup terbukti sih. Sudah pernah saya periksakan juga dan memang demikian hasilnya. Saat sedang dalam hari...

Saya dan Rasa Lain yang Lucu

 Rasanya belum lama sejak terakhir menulis tentang rasa suka yang lucu. Rasa. Suka. ... yang sekejap menjadi tidak lucu lagi. Barangkali mimpi itu hanya canda. Bunga tidur yang mengada-ada. Tapi bisa juga ia adalah pertanda. Bahwa yang dinanti tak kunjung tiba, sebenarnya memang sudah selesai tak bersisa. Senangnya, saya biasa saja. Ya! Ini adalah rasa yang lucu. Saya sendiri heran. Pernyataan-pernyataan dari seseorang berhasil membuat saya berpindah haluan. Yang dulu disimpan, kini betulan berhasil diikhlaskan. Saya tidak menyangka. Saya tersadar dibuatnya. Yang sebenarnya dipertahankan bukanlah murni rasa sayang pada orangnya. Namun lebih kepada momennya yang telah terjalin lama. Lalu selanjutnya apa? Tidak tahu juga. Setidaknya untuk saat ini belum ada rencana untuk mengapa-apakan kotak rasa saya.  .  . . Yang pasti saya ketahui saat ini, bubuk kopi darimu sudah tak tersisa untuk diseduh dan dinikmati lagi.   Y281121K -selalu ada yang lain

#Day 11 Imagine that you are giving a kultum, what will you tell?

  Wabah: Pengingat tentang Terbatasnya Waktu Kita   Pandemi! Itu adalah status COVID-19 saat ini. Pandemi menurut WHO dijelaskan sebagai wabah yang sifatnya menyebar global dan mendunia. Meski semula memang ditemukan di Cina, virus ini merebak hingga kini telah mencakup 199 negara (re: saat draft tulisan ini pertama saya buat). Pelan tapi pasti, satu persatu aspek kehidupan kita terpengaruh oleh makhluk kecil tak kasat mata tapi nyata ini. Aspek kesehatan? Tentu signifikan sekali. Aspek ekonomi? Perlahan terguncang terganggu keseimbangannya. Aspek sosial? Manusia dipaksa berjauhan secara fisik, social distancing istilahnya. Masih banyak yang harus dirinci bila ingin mendeskripsikan betapa dahsyat dampak yang virus ini berikan. Namun bagaimanapun, setiap yang telah ditakdirkan oleh-Nya tentu membawa hikmah tersendiri bagi orang orang yang mau bertafakur dan merenungi sisi positif dengan bijaksana. Walau mungkin saat ini dunia sedang berduka, mari kita tilik sisi...