Bila diminta menceritakan tentang Rasulullah maka tidak ada habisnya. Semuanya beautiful, semuanya mengena di hati. Agak bingung untuk memilih salah satunya saja. Tapi untuk challenge ini yaa mau tidak mau memang harus memilih. Lagipula waktu untuk menuliskannya juga terbatas. Baiklah, saya akan mencoba menceritakan sedikit tentang keajaiban-keajaiban yang terjadi saat kelahiran Sang Pembawa Rahmat seluruh alam.
Rasulullah lahir dalam keadaan yatim, ayahnya meninggal saat beliau masih di kandungan. Kelahiran sang rahmatan lil alamin sudah diawali dengan kemunculan aneka tanda yang tidak biasa. Semesta telah menantinya. Langit dan bumi bersiap menyambutnya dengan suka cita.
Ia lahir dalam suasana yang lama tak dirasakan penduduk Kota Makkah: tenang, syahdu, dan damai. Cerah langit sepertiga malam tanpa tersaput awan.
Menjelang kelahirannya, padamlah api sembahan kaum Majusi. Padahal api ini konon tak pernah padam selama ribuan tahun. Tanda yang lain adalah robohnya pilar-pilar istana Raja Qisra Romawi. Pun berhala di sekitaran Ka'bah retak bahkan hingga hancur. Danau 'A' yang dianggap suci oleh orang Persia surut. Semenanjung mereka yang disebut Tasik Sava tenggelam. Tak lupa pula peristiwa besar kocar kacirnya pasukan gajah Raja Abrahah. Usahanya menghancurkan Ka'bah digagalkan oleh serangan burung Ababil utusan Allah. Inilah mengapa tahun kelahiran Rasulullah disebut tahun gajah.
Kala detik-detik menanti lahirnya sang putra, Siti Aminah ibunda Rasulullah ditemui oleh 4 wanita mulia. Mereka menyampaikan kabar gembira nan menenangkan tentang kelahiran sang pembawa rahmat.
Setelah lahir, sang kakek, Abdul Mutholib, dengan penuh rasa bahagia membawa bayi kecil mulia itu ke Ka'bah dan menamainya Muhammad. Sebuah nama yang cukup asing di kalangan masyarakat Makkah masa itu. Ia memilih nama tersebut dengan harapan agar dapat menjadi sosok yang terpuji bagi Tuhan di langit dan bagi makhluk-Nya di bumi.
Sebenarnya sebagaimana cerita sejarah lainnya, ada beberapa hal yang terdapat perbedaan pendapat. Termasuk tanggal pastinya kelahiran Rasulullah. Memang yang luas kita kenal adalah 12 Rabiul Awwal. Namun ada yang menyebut selain itu juga. Mengenai tahun dan kronologi peristiwa yang menyertainya juga demikian.
Meskipun begitu perbedaan yang ada tidaklah elok untuk dipertentangkan dan diperdebatkan. Perlu memilih berbijak sikap agar dapat menjadikan kisah kelahiran Rasulullah sebagai salah satu sumber usaha mencintai beliau.
Baiklah, saya cukupkan saja ceritanya. Tulisan ini saya bahasakan sendiri dengan mengacu pada beberapa sumber. Semoga dapat memberikan manfaat bagi yang membacanya. Aamiin.
N010520W
23.18
Kembali jelang tengah malam~
#Post_itivity
Kembali jelang tengah malam~
#Post_itivity

Komentar
Posting Komentar