Langsung ke konten utama

#Day 29 How is your preparation for Eid?

Suatu hari lalu ibu pernah 'menjabarkan konsep lebaran' keluarga kami tahun ini.

1. Pindahkan kursi dan meja tamu ke sisi barat.
2. Bentangkan karpet sebagai alas di sisi timur.
3. Keluarkan kue dan jajanan khas lebaran.
4. Tutup pintu dan pagar.
5. Nikmati kue dan jajan tanpa melibatkan tetangga.

Lha?😂

Poin 1 dan 2 sudah terlaksana sih, karena memang itu masih waras serta sesuai dengan SOP lebaran tahun-tahun lalu. Selain mengubah susunan di ruang tamu, kami juga mengubah susunan perabot dan ruang tengah serta belakang. Lemari serta meja ditata ulang letaknya.

Persiapan lainnya adalah mencuci toples (walau sepertinya tidak akan diisi, lha tiap beli atau dapat kue sudah ada toplesnya sekalian kok). Lagipula, kalau mau menganut 'konsep' tadi, maka kuenya tidak perlu ditata dalam toples cantik, kan mau dimakan sendiri ehe ehe.

Perubahan besar pada beberapa bagian rumah juga kami lakukan selama ramadan ini. Abi memperbaiki kamar mandi lama yang ada di rumah belakang. Hebatnya, beliau melakukan semua sendiri tanpa bantuan tukang. Mulai dari membongkar atap lawasnya, memasang atap seng baru, mengecat, sampai menambal lantai semennya yang rusak, ia lakukan sendiri. 

'Kok niat banget, bi?' 
'Iya dong, jaga-jaga kalau punya tamu banyak.' 
Gitu katanya~ Udah kayak mau punya gawe aja.

Sebelum memperbaiki kamar mandi lama, abi juga menata ulang kebun kecil di samping dan depan rumah. Nah kalau ini kami juga ikut serta membantu. Mengganti pot-pot rusak, menyiangi gulma, menanam sayuran berupa sawi dan pare, memasang tongkat kayu sebagai tempat rambatan, dan lain sebagainya.

Rumah depan juga tak ketinggalan diperbarui dong. Kami membantu memelitur meja kursi berbahan bambu sehingga tampak kilau seperti baru lagi. Demikian pula untuk kisi-kisi pintu serta jendela. Dipoles agar jadi lebih indah. Kemarin ibu bahkan sempat bilang ingin pesan gorden baru UwU.

Seingat saya, persiapan hari raya kali ini adalah yang terniat deh. Padahal malah sekarang kan lebarannya di rumah aja dan tidak ada open house ya. Nggak apa, memang niatnya bukan try to impress others kok. Alasan lainnya adalah karena memang baru tahun ini kami punya waktu luang yang lebih paaaaanjaaaaaang sebagai efek pandemi.

Kalau tentang apakah kami akan sholat ied di rumah atau di masjid, sepertinya ikut di masjid sih. Tapi tentu dengan mengindahkan peraturan kesehatan semisal pakai masker dan jaga jarak ya. Ohiya, tidak bersalam-salaman juga (ini yang bakal susah sih, semoga yang lain juga paham dengan kondisinya).

Kalau persiapan kalian gimana?

*Bonus menu minuman yang saya jadikan kutipan di penutup di bawah~



N220520W
23.28
Cincau+lime+tea+ice= surgawi🤤
#Post_itivity

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#Day 25 Share 1 story about hikmah ramadan!

'Cinta terlarang' kami memang sudah semestinya berakhir, semoga selamanya~ Saya dan pusing adalah sepasang yang mulanya selalu bersama. Setiap hari setidaknya pasti ada satu momen dimana saya berjumpa dengannya. Pusing yang saya maksud adalah tipe yang rasanya muter sampai badan seperti mau ambruk. Ini terutama saya rasakan kalau berpindah posisi tubuh secara tiba-tiba. Misalnya dari rebahan langsung duduk atau dari duduk langsung berdiri. Perlu waktu beberapa detik penyesuaian sambil memejamkan mata dahulu agar berhasil stabil. Kalau dilihat dari tekanan darah sebenarnya memang konsisten cenderung lebih rendah daripada orang lain pada umumnya. Tapi setelah berkonsultasi dengan suster sekolah katanya itu bukan masalah, karena setiap orang punya kisaran normalnya sendiri. Dugaan lain yang menjadi penyebabnya adalah rendahnya kadar hemoglobin dalam darah saya. Iya yang ini cukup terbukti sih. Sudah pernah saya periksakan juga dan memang demikian hasilnya. Saat sedang dalam hari...

Saya dan Rasa Lain yang Lucu

 Rasanya belum lama sejak terakhir menulis tentang rasa suka yang lucu. Rasa. Suka. ... yang sekejap menjadi tidak lucu lagi. Barangkali mimpi itu hanya canda. Bunga tidur yang mengada-ada. Tapi bisa juga ia adalah pertanda. Bahwa yang dinanti tak kunjung tiba, sebenarnya memang sudah selesai tak bersisa. Senangnya, saya biasa saja. Ya! Ini adalah rasa yang lucu. Saya sendiri heran. Pernyataan-pernyataan dari seseorang berhasil membuat saya berpindah haluan. Yang dulu disimpan, kini betulan berhasil diikhlaskan. Saya tidak menyangka. Saya tersadar dibuatnya. Yang sebenarnya dipertahankan bukanlah murni rasa sayang pada orangnya. Namun lebih kepada momennya yang telah terjalin lama. Lalu selanjutnya apa? Tidak tahu juga. Setidaknya untuk saat ini belum ada rencana untuk mengapa-apakan kotak rasa saya.  .  . . Yang pasti saya ketahui saat ini, bubuk kopi darimu sudah tak tersisa untuk diseduh dan dinikmati lagi.   Y281121K -selalu ada yang lain

#Day 11 Imagine that you are giving a kultum, what will you tell?

  Wabah: Pengingat tentang Terbatasnya Waktu Kita   Pandemi! Itu adalah status COVID-19 saat ini. Pandemi menurut WHO dijelaskan sebagai wabah yang sifatnya menyebar global dan mendunia. Meski semula memang ditemukan di Cina, virus ini merebak hingga kini telah mencakup 199 negara (re: saat draft tulisan ini pertama saya buat). Pelan tapi pasti, satu persatu aspek kehidupan kita terpengaruh oleh makhluk kecil tak kasat mata tapi nyata ini. Aspek kesehatan? Tentu signifikan sekali. Aspek ekonomi? Perlahan terguncang terganggu keseimbangannya. Aspek sosial? Manusia dipaksa berjauhan secara fisik, social distancing istilahnya. Masih banyak yang harus dirinci bila ingin mendeskripsikan betapa dahsyat dampak yang virus ini berikan. Namun bagaimanapun, setiap yang telah ditakdirkan oleh-Nya tentu membawa hikmah tersendiri bagi orang orang yang mau bertafakur dan merenungi sisi positif dengan bijaksana. Walau mungkin saat ini dunia sedang berduka, mari kita tilik sisi...