Langsung ke konten utama

#Day 21 Write a letter for 'The Future Me'!

Malam ini kabar pemancing kecewa itu datang. Video yang kami buat sampai tidak tidur sampai waktu sahur, ternyata tidak menang. Sedih sekali, terutama bila mengingat bahwa yang kami kerahkan sudah segalanya. Sampai saat menulis ini pun, rasa kecewa masih bercokol dalam hati. Semoga cepat atau lambat ia akan memudar seiring diri yang mau menerima kenyataan.

Tadi menjelang jam 9 malam, doa khataman dipanjatkan. Agenda rutin 2 kali tiap pekan selama ramadan. Digagas oleh pentolan teman angkatan saat SMP. Tadi adalah sesi yang kelima. Lucunya, sudah 2 kali ibu tanya siapa yang mimpin, kok pinter gitu ngajinya bagus, bisa mimpin tahlil pula, cocok buat dijadikan menantu. Waduh💣 Yaa namanya juga santri, wajar kalo pandai mengaji, apalagi teman-teman itu. Demikian pikirku menanggapinya. Sebetulnya kalau harus jujur sih, kagum juga sama yang modelan begitu. Hehe~

10 tahun dari sekarang, bagaimana ya aku? Sudah berkeluarga, dengan siapa, punya anak berapa, tinggal dimana, bagaimana karirku, bekerja sebagai apa?
Masih banyak pertanyaan yang membuat aku versi hari ini merasa penasaran.

Akankah yang menemaniku melanjutkan hidup adalah betul 'orang itu'?
Kapan dan bagaimana cerita lanjutan tentangnya akan dimulai lagi?

Untuk diriku 10 tahun lagi,
Selamat! Kamu sudah bertahan sejauh ini. Entah apa saja yang akan menghadang selama jangka waktu menuju masa itu. Terima kasih banyak untuk tidak menyerah. Panjatkan syukur selalu pada Allah. Tak hanya dengan lisan, melainkan juga dengan bukti perbuatan. Ingat pula untuk menyampaikan terima kasih pada mereka yang setia mengiringimu bertumbuh.

Selama waktu menuju masa itu, tentu akan banyak keputusan penting yang harus kau ambil. Tidak apa bila satu dua ternyata hasilnya keliru, tidak memuaskan, atau bahkan fatal menyakitkan. Yang lebih penting adalah adanya keyakinan bahwa seburuk apapun hasilnya di mata manusia, asalkan tidak bertentangan dengan syariat maka itulah yang terbaik.

Tentang ramadan tahun ini. Banyak yang lucu. Kutuliskan cluenya saja ya. Semoga 10 tahun lagi memorinya masih bisa dipanggil kembali.
Sing keri cokot boyo
Arabian donnut berakhir tragis
May who, Hear Me, I Fine Thank You Love you
30 buku Tere Liye☑️
Dessert box terenaa
Cilok tergemoy
Kare entog tersyedap
Menyentuh itu touching, touching itu nggak touching
Dan masih banyak lagi..
Mungkin beberapanya akan ditambahkan lewat series post_itivity~

Rencananya, mulai awal bulan depan aku akan ikut challenge golden apron Cookpad. Apakah akan berhasil? Semoga ya

Harapanku untukmu, aku 10 tahun lagi...
Punya teman hidup sholeh dan keturunan yang penuh berkah
Rezeki lancar, kian rajin berbagi
Bisa mudah bangun pagi
Konsisten belajar dan semakin lancar berbahasa Perancis
Mandiri, bertanggung jawab, dan bijaksana dalam memilih keputusan
Tetap dekat dengan abi, ibu, adik adik, bersama senantiasa dalam lindungan Allah.
Berkesempatan untuk studi lanjut
Berkesempatan untuk ke luar negeri lagi, dengan tujuan yang baik, dan gratis *ihiy
Berhasil jadi pendidik yang dicintai siswanya
Tetap menjaga kebiasaan suka membaca
Berdamai dengan rasa sakit, kesedihan, kekecewaan, dan kesulitan masa lalu
Tidak perlu punya musuh
Seluruh doa terkabul dengan versi sebaik baiknya

Panjang sekali ternyata surat ini. Entah kemana akan bermuara. Topiknya lompat sana sini. Yah, yang terpenting masih bisa dipahami.

Baiklah sepertinya sekian dulu. Sudah malam, lewat jam 11. Besok sahur.

Dear future me, thanks for reading and paying attention to this random letter. See you when I see you♥️✨

N140520W
23.07
Kecewa masih. Tapi tak bisa diubah kan? Penilaian manusia, wajar kalau sangat subjektif. Intinya, jangan mudah kegeeran.
#Post_itivity

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#Day 25 Share 1 story about hikmah ramadan!

'Cinta terlarang' kami memang sudah semestinya berakhir, semoga selamanya~ Saya dan pusing adalah sepasang yang mulanya selalu bersama. Setiap hari setidaknya pasti ada satu momen dimana saya berjumpa dengannya. Pusing yang saya maksud adalah tipe yang rasanya muter sampai badan seperti mau ambruk. Ini terutama saya rasakan kalau berpindah posisi tubuh secara tiba-tiba. Misalnya dari rebahan langsung duduk atau dari duduk langsung berdiri. Perlu waktu beberapa detik penyesuaian sambil memejamkan mata dahulu agar berhasil stabil. Kalau dilihat dari tekanan darah sebenarnya memang konsisten cenderung lebih rendah daripada orang lain pada umumnya. Tapi setelah berkonsultasi dengan suster sekolah katanya itu bukan masalah, karena setiap orang punya kisaran normalnya sendiri. Dugaan lain yang menjadi penyebabnya adalah rendahnya kadar hemoglobin dalam darah saya. Iya yang ini cukup terbukti sih. Sudah pernah saya periksakan juga dan memang demikian hasilnya. Saat sedang dalam hari...

Saya dan Rasa Lain yang Lucu

 Rasanya belum lama sejak terakhir menulis tentang rasa suka yang lucu. Rasa. Suka. ... yang sekejap menjadi tidak lucu lagi. Barangkali mimpi itu hanya canda. Bunga tidur yang mengada-ada. Tapi bisa juga ia adalah pertanda. Bahwa yang dinanti tak kunjung tiba, sebenarnya memang sudah selesai tak bersisa. Senangnya, saya biasa saja. Ya! Ini adalah rasa yang lucu. Saya sendiri heran. Pernyataan-pernyataan dari seseorang berhasil membuat saya berpindah haluan. Yang dulu disimpan, kini betulan berhasil diikhlaskan. Saya tidak menyangka. Saya tersadar dibuatnya. Yang sebenarnya dipertahankan bukanlah murni rasa sayang pada orangnya. Namun lebih kepada momennya yang telah terjalin lama. Lalu selanjutnya apa? Tidak tahu juga. Setidaknya untuk saat ini belum ada rencana untuk mengapa-apakan kotak rasa saya.  .  . . Yang pasti saya ketahui saat ini, bubuk kopi darimu sudah tak tersisa untuk diseduh dan dinikmati lagi.   Y281121K -selalu ada yang lain

#Day 11 Imagine that you are giving a kultum, what will you tell?

  Wabah: Pengingat tentang Terbatasnya Waktu Kita   Pandemi! Itu adalah status COVID-19 saat ini. Pandemi menurut WHO dijelaskan sebagai wabah yang sifatnya menyebar global dan mendunia. Meski semula memang ditemukan di Cina, virus ini merebak hingga kini telah mencakup 199 negara (re: saat draft tulisan ini pertama saya buat). Pelan tapi pasti, satu persatu aspek kehidupan kita terpengaruh oleh makhluk kecil tak kasat mata tapi nyata ini. Aspek kesehatan? Tentu signifikan sekali. Aspek ekonomi? Perlahan terguncang terganggu keseimbangannya. Aspek sosial? Manusia dipaksa berjauhan secara fisik, social distancing istilahnya. Masih banyak yang harus dirinci bila ingin mendeskripsikan betapa dahsyat dampak yang virus ini berikan. Namun bagaimanapun, setiap yang telah ditakdirkan oleh-Nya tentu membawa hikmah tersendiri bagi orang orang yang mau bertafakur dan merenungi sisi positif dengan bijaksana. Walau mungkin saat ini dunia sedang berduka, mari kita tilik sisi...