Malam ini kabar pemancing kecewa itu datang. Video yang kami buat sampai tidak tidur sampai waktu sahur, ternyata tidak menang. Sedih sekali, terutama bila mengingat bahwa yang kami kerahkan sudah segalanya. Sampai saat menulis ini pun, rasa kecewa masih bercokol dalam hati. Semoga cepat atau lambat ia akan memudar seiring diri yang mau menerima kenyataan.
Tadi menjelang jam 9 malam, doa khataman dipanjatkan. Agenda rutin 2 kali tiap pekan selama ramadan. Digagas oleh pentolan teman angkatan saat SMP. Tadi adalah sesi yang kelima. Lucunya, sudah 2 kali ibu tanya siapa yang mimpin, kok pinter gitu ngajinya bagus, bisa mimpin tahlil pula, cocok buat dijadikan menantu. Waduh💣 Yaa namanya juga santri, wajar kalo pandai mengaji, apalagi teman-teman itu. Demikian pikirku menanggapinya. Sebetulnya kalau harus jujur sih, kagum juga sama yang modelan begitu. Hehe~
10 tahun dari sekarang, bagaimana ya aku? Sudah berkeluarga, dengan siapa, punya anak berapa, tinggal dimana, bagaimana karirku, bekerja sebagai apa?
Masih banyak pertanyaan yang membuat aku versi hari ini merasa penasaran.
Akankah yang menemaniku melanjutkan hidup adalah betul 'orang itu'?
Kapan dan bagaimana cerita lanjutan tentangnya akan dimulai lagi?
Untuk diriku 10 tahun lagi,
Selamat! Kamu sudah bertahan sejauh ini. Entah apa saja yang akan menghadang selama jangka waktu menuju masa itu. Terima kasih banyak untuk tidak menyerah. Panjatkan syukur selalu pada Allah. Tak hanya dengan lisan, melainkan juga dengan bukti perbuatan. Ingat pula untuk menyampaikan terima kasih pada mereka yang setia mengiringimu bertumbuh.
Selama waktu menuju masa itu, tentu akan banyak keputusan penting yang harus kau ambil. Tidak apa bila satu dua ternyata hasilnya keliru, tidak memuaskan, atau bahkan fatal menyakitkan. Yang lebih penting adalah adanya keyakinan bahwa seburuk apapun hasilnya di mata manusia, asalkan tidak bertentangan dengan syariat maka itulah yang terbaik.
Tentang ramadan tahun ini. Banyak yang lucu. Kutuliskan cluenya saja ya. Semoga 10 tahun lagi memorinya masih bisa dipanggil kembali.
Sing keri cokot boyo
Arabian donnut berakhir tragis
May who, Hear Me, I Fine Thank You Love you
30 buku Tere Liye☑️
Dessert box terenaa
Cilok tergemoy
Kare entog tersyedap
Menyentuh itu touching, touching itu nggak touching
Dan masih banyak lagi..
Mungkin beberapanya akan ditambahkan lewat series post_itivity~
Rencananya, mulai awal bulan depan aku akan ikut challenge golden apron Cookpad. Apakah akan berhasil? Semoga ya
Harapanku untukmu, aku 10 tahun lagi...
Punya teman hidup sholeh dan keturunan yang penuh berkah
Rezeki lancar, kian rajin berbagi
Bisa mudah bangun pagi
Konsisten belajar dan semakin lancar berbahasa Perancis
Mandiri, bertanggung jawab, dan bijaksana dalam memilih keputusan
Tetap dekat dengan abi, ibu, adik adik, bersama senantiasa dalam lindungan Allah.
Berkesempatan untuk studi lanjut
Berkesempatan untuk ke luar negeri lagi, dengan tujuan yang baik, dan gratis *ihiy
Berhasil jadi pendidik yang dicintai siswanya
Tetap menjaga kebiasaan suka membaca
Berdamai dengan rasa sakit, kesedihan, kekecewaan, dan kesulitan masa lalu
Tidak perlu punya musuh
Seluruh doa terkabul dengan versi sebaik baiknya
Panjang sekali ternyata surat ini. Entah kemana akan bermuara. Topiknya lompat sana sini. Yah, yang terpenting masih bisa dipahami.
Baiklah sepertinya sekian dulu. Sudah malam, lewat jam 11. Besok sahur.
Dear future me, thanks for reading and paying attention to this random letter. See you when I see you♥️✨
N140520W
23.07
Kecewa masih. Tapi tak bisa diubah kan? Penilaian manusia, wajar kalau sangat subjektif. Intinya, jangan mudah kegeeran.
#Post_itivity

Komentar
Posting Komentar