Langsung ke konten utama

#Day 19 Recommend a non-fiction book!

Lapis-Lapis Keberkahan


Bagi penyuka bacaan berjenis naratif, diksi syahdu mendayu, kaya akan data, dan tetap penuh hikmah maka buku ini adalah jawabannya.

Saya bertemu dengannya saat di asrama. Berbekal pinjam pada teman, saya berkenalan dengan isinya. Yang terasa? Jatuh cinta pada pandangan pertama. Pada bahasanya, pada cara penceritaannya, pada kontennya. Semuanya. Sayang sekali karena bukan milik sendiri, saya belum selesai membacanya.

Buku ini akan membantu kita mendefinisikan ulang tentang apa itu keberkahan. Dengan narasi, membuat penjelasannya nikmat diikuti tanpa terkesan menggurui. Selain itu, isi buku ini sarat akan kisah mengesankan dari banyak tokoh luar biasa, termasuk Rasulullah juga tentunya. Bagi saya, dengan membaca buku ini terasa seperti telah membaca aneka buku sekaligus.

Buku setebal 500an halaman ini sangat cocok untuk dihabiskan selama masa di rumah aja. Bila dibaca dengan hati yang lapang, niat yang baik, insyaAllah kita akan diperjumpakan pada banyak hikmah indah saat menekuri tiap-tiap halamannya.

Saya harap suatu hari bisa berkesempatan melanjutkan baca lagi. Entah dengan pinjam, atau mungkin beli sendiri?
*Psst.. kalau ada yang mau memberi juga tidak akan saya tolak lho🤫

22.59
Ada kunang-kunang terbang menyekitar mencari jalan keluar!
#Post_itivity 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#Day 25 Share 1 story about hikmah ramadan!

'Cinta terlarang' kami memang sudah semestinya berakhir, semoga selamanya~ Saya dan pusing adalah sepasang yang mulanya selalu bersama. Setiap hari setidaknya pasti ada satu momen dimana saya berjumpa dengannya. Pusing yang saya maksud adalah tipe yang rasanya muter sampai badan seperti mau ambruk. Ini terutama saya rasakan kalau berpindah posisi tubuh secara tiba-tiba. Misalnya dari rebahan langsung duduk atau dari duduk langsung berdiri. Perlu waktu beberapa detik penyesuaian sambil memejamkan mata dahulu agar berhasil stabil. Kalau dilihat dari tekanan darah sebenarnya memang konsisten cenderung lebih rendah daripada orang lain pada umumnya. Tapi setelah berkonsultasi dengan suster sekolah katanya itu bukan masalah, karena setiap orang punya kisaran normalnya sendiri. Dugaan lain yang menjadi penyebabnya adalah rendahnya kadar hemoglobin dalam darah saya. Iya yang ini cukup terbukti sih. Sudah pernah saya periksakan juga dan memang demikian hasilnya. Saat sedang dalam hari...

Saya dan Rasa Lain yang Lucu

 Rasanya belum lama sejak terakhir menulis tentang rasa suka yang lucu. Rasa. Suka. ... yang sekejap menjadi tidak lucu lagi. Barangkali mimpi itu hanya canda. Bunga tidur yang mengada-ada. Tapi bisa juga ia adalah pertanda. Bahwa yang dinanti tak kunjung tiba, sebenarnya memang sudah selesai tak bersisa. Senangnya, saya biasa saja. Ya! Ini adalah rasa yang lucu. Saya sendiri heran. Pernyataan-pernyataan dari seseorang berhasil membuat saya berpindah haluan. Yang dulu disimpan, kini betulan berhasil diikhlaskan. Saya tidak menyangka. Saya tersadar dibuatnya. Yang sebenarnya dipertahankan bukanlah murni rasa sayang pada orangnya. Namun lebih kepada momennya yang telah terjalin lama. Lalu selanjutnya apa? Tidak tahu juga. Setidaknya untuk saat ini belum ada rencana untuk mengapa-apakan kotak rasa saya.  .  . . Yang pasti saya ketahui saat ini, bubuk kopi darimu sudah tak tersisa untuk diseduh dan dinikmati lagi.   Y281121K -selalu ada yang lain

#Day 11 Imagine that you are giving a kultum, what will you tell?

  Wabah: Pengingat tentang Terbatasnya Waktu Kita   Pandemi! Itu adalah status COVID-19 saat ini. Pandemi menurut WHO dijelaskan sebagai wabah yang sifatnya menyebar global dan mendunia. Meski semula memang ditemukan di Cina, virus ini merebak hingga kini telah mencakup 199 negara (re: saat draft tulisan ini pertama saya buat). Pelan tapi pasti, satu persatu aspek kehidupan kita terpengaruh oleh makhluk kecil tak kasat mata tapi nyata ini. Aspek kesehatan? Tentu signifikan sekali. Aspek ekonomi? Perlahan terguncang terganggu keseimbangannya. Aspek sosial? Manusia dipaksa berjauhan secara fisik, social distancing istilahnya. Masih banyak yang harus dirinci bila ingin mendeskripsikan betapa dahsyat dampak yang virus ini berikan. Namun bagaimanapun, setiap yang telah ditakdirkan oleh-Nya tentu membawa hikmah tersendiri bagi orang orang yang mau bertafakur dan merenungi sisi positif dengan bijaksana. Walau mungkin saat ini dunia sedang berduka, mari kita tilik sisi...