Saya sangat bersyukur bisa dipertemukan dengan sosok-sosok guru yang luar biasa. Bahkan dimulai dari lingkup paling kecil, yaitu rumah, peran penting guru sudah saya rasakan adanya. Latar belakang keluarga pun mendukung melekatnya kenangan tentang istimewanya seorang guru bagi saya. Ini juga yang menjadi salah satu sebab terkuat mengapa saya memiliki cita-cita yang tak berubah sejak dulu: menjadi guru.
Pada tulisan ini saya akan coba sampaikan salah satu pesan mendalam yang disampaikan guru saya.
Doakan mereka (siswa) agar dilembutkan hatinya.
Beliau adalah guru fisika saat saya SMA. Uniknya, sekarang kami menjadi rekan kerja, bahkan kami adalah partner menjadi wali kelas. Iya, 1 kelas ada 2 walinya. Karena beliau sudah berpengalaman menjadi walas, maka saya yang masih junior ini berkesempatan untuk belajar banyak darinya.
Pesan itu disampaikan berulang, yakni ketika keadaan kelas sedang kurang kondusif atau ada masalah. Nasihat itu menjadi pengingat bagi saya agar selalu melibatkan Allah dalam menjalankan misi menjadi seorang pendidik. Nasihat itu juga menjadi hiburan saat terasa sudah di titik terbawah dan tidak mengerti harus melakukan apa lagi. Nasihat itu membuat saya kembali diyakinkan bahwa kami masih punya senjata yang tak ada matinya yaitu doa.
Perkara mendoakan siswa adalah hal penting yang harus diingat setiap guru. Bila seorang guru berkeinginan untuk mengubah siswanya menjadi manusia berakhlak mulia sekaligus berprestasi, maka mengirim doa dengan sungguh-sungguh adalah jalan yang tak boleh terlupa. Kadang saya sendiri terlena, merasa bahwa perubahan siswa menjadi baik adalah bergantung pada usaha dan nasihat dari saya. Padahal yang Maha Membolak-balik hati mereka kan hanya Allah. Maka sudah kewajiban kita untuk selalu meminta dan mengharap kepada-Nya.
Entah apakah suatu saat tulisan ini akan tersampai pada beliau atau tidak, tapi saya ingin menyampaikan terima kasih kepada ibu guru atas nasihat berharganya itu. Semoga ibu guru selalu dalam keberkahan dan perlindungan Allah. Aamiin..
N190520W
23.35
Ramadan sudah hampir pergi :(
#Post_itivity



Komentar
Posting Komentar