Anything?
Random aja kalau gitu ya.
1. Sandiwara pascatarawih
Karena ramdan kali ini diminta di rumah aja, maka saya dan adik-adik tidak tarawih di mushola seperti biasanya. Nah, ada yang unik dengan suasana baru ini. Setelah rangkaian sholat selesai, lanjut doa dan niat puasa, kami bersandiwara seolah-olah di mushola dan berimajinasi salam-salaman dengan tetangga. Iya, khayalan aja, yang disalami padahal cuma kami bertiga ehe.
2. Be a kitchen explorer!
Yess, sejak sebelum puasa saya sudah membeli aneka bahan kue. Kami sudah mendaftar menu apa saja yang akan dicoba. Maka, kami mengeksplor resep-resep itu untuk direalisasikan sebagai salah satu jajanan saat berbuka.
Tentu tak lupa kami dokumentasikan setiap langkah pembuatan dan hasilnya. Sepanjang masa di rumah ini, sudah ada cukup banyak resep yang kami praktikkan UwU. Diantaranya adalah berikut ini~
3. Lupa-lupa-qunut-salah doa
Ini ngakak sih. Sebagaimana kebiasaan yang kami anut, kalau sudah masuk ke malam kelima belas maka di witir terakhirnya akan disertai dengan doa qunut. Doa ini tak jarang akan menjadi penguji konsentrasi jamaah, baik imam atau makmum. Maklum, waktunya kan di akhir, jamaah sudah mulai oleng karena ngantuk. Jadi bawaannya habis itidal mau langsung sujud aja. Lafaz Allahu akbar sungguh melekat sehingga lupa kalau ada jeda untuk Allahumah dinii.
Nah, hal lawak juga terjadi dalam jamaah kecil kami (saya dan 2 adik saya, ibu dan abi ikut jamaah di mushola). Adik saya yg besar jadi imamnya. Sebelum sholat witir terakhir, saya sudah mewanti-wanti agar mulai pakai qunut. Lalu apa yang terjadi? Persis seperti pola dalam subjudul tulisan ini. Iya, dia lupa, bablas langsung sujud🤦. Saya nahan ketawa dong. Itu hari pertama.eh ternyata hari kedua juga begitu, lupa lagi. Padahal saya sudah betul-betul ingetin untuk fokus. Lalu di hari ketiga dia insyaf tidak lupa lagi, ini karena ibu sudah pulang dari mushola dan lihat kami witir rakaat terakhir, jadi adik saya bisa fokus.
Nah, hal terkonyol adalah di hari keempat. Kami sudah memaksimalkan konsentrasi agar qunut tak lupa lagi. Namun, saat waktunya qunu, adik saya yang sudah pede dan yakin ingat, eh malah dia baca doa setelah azan🙃 Jelas saya nahan ketawa lah. Tapi akhirnya saya batalkan saja sholatnya, daripada bertahan sampai salam tapi doanya ngasal kan wkwkw.
Begitulah rangkaian pengalaman berqunut ramadan ini. Biasanya karena ikut jamaah mushola yaa kami nggak perlu berpikir untuk terlalu fokus, asal ikut imam saja. Tapi kali ini beda karena momennya di rumah aja. Untuk hari-hari berikutnya alhamdulillah sudah lancar kok hehehe~
4. Post_itivity dan pencatatan target harian
Ini adalah kali pertama saya bikin challenge untuk mengisi blogm efeknya? Yaa saya produktif menulis sebulan, itu jelas. Selain itu, saya jadi 'dipaksa' oleh diri sendiri untuk patuh pada target. Nah termasuk dengan target ibadah yang saya atur di awal ramadan juga. Melatih disiplin sih ini. Harapannya, semoga disiplin dirinya tidak berhenti sampai berakhirnya ramadan aja.
5. Khataman=ajang mendaftar nama calon mantu dalam doa ibu
Hiyaaa. Setiap 2x dalam sepekan (malam senin dan malam jumat), angkatan SMP saya mengadakan khataman dan tahlilan (atau istighosah). Nah yang memimpin ya salah satu teman laki-laki tentunya. Namanya santri yakan, wajar aja kalau bacaannya bagus dan pada bisa mimpin tahlil atau istighosah *tapi auranya santri ternyata beda sih emang wkwk.
Sebetulnya saya pribadi sudah lama sih tidak berhubungan dengan teman-teman SMP. Bahkan sebagian besar memang belum pernah ketemu lagi sejak kami lulus. Jadi kebanyakan memang sudah saya lupakan wajah-wajahnya, kecuali kalau dia pernah sekelas sama saya, insyaAllah masih saya ingat kok. Nah kembalinya grup angkatan ini berhasil membuat saya cukup senang karena bisa bersua dengan mereka.
Kembali ke ceritap khataman. Saat pembacaan doa itu, saya emang sengaja loud speaker. Malas pakai headset. Lalu ibu selalu bertanya, itu siapa yang mimpin, kok pinter banget e, cocok buat dijadiin mantu. Hiya hiya hiyaa. Dan ini berulang sampai pada khataman terakhir kemarin. Aduduh~ Lalu saya gimana? Yaa nggak tau ya, ngarep maybe iya. Toh siapa sih yang nggak ingin punya pendamping hidup yang pinter agama, ngajinya bagus, dan berpendidikan. Tapi realistis aja, wong saya ngga pernah kontakan secara personal sama mereka, mana mungkin bisa ada yang nyantol yekhan wkwk.
Lima hal itu yang saya ingat untuk mengenang tentang ramadan tahun ini. Ohiya, saya tadi waktu menjelang azan magrib sempat nangis, nggak ingin ramadan selesai duluðŸ˜
Semoga kita semua dipertemukan kembali dengan ramadan dalam keadaan iman dan sehat. Aamiin
N230520W
23.40
Selamat Idul fitri!
Termasuk buat kamu, tapi masa iya mau aku ucapin via email, formal banget ._.
#Post_itivity




Komentar
Posting Komentar