Langsung ke konten utama

#Day 22 Tell a story about a photo you take!


Tiket bus?
Iya. Tiket ini saya foto saat sedang dalam perjalanan mudik. Hari itu sedang ramadan juga. Saya memutuskan pulang pada sore langsung setelah sidang skripsi. Uwu sebuah kado terindah deh.

Saya selesai sidang sekitar pukul 11.00. Seperti pada umumnya, teman-teman ikut meramaikan dong, dan  banyak juga yang memberi kado. Nah padahal saya sudah berencana akan pulang setelah urusan kampus selesai, langsung ke terminal tanpa balik ke asrama dulu. Saya sudah sekalian membawa barang yang akan ikut mudik. Tidak banyak sih, bahkan bisa dibilang saya tidak bawa apa-apa selain masker, hp, dompet, laptop (karena dipakai sidang kan), dan pakaian yang menempel di badan. Iya saya pulang pakai seragam hitam putih khas sidang. Oh bawa outer juga sih, saya pakai agar tidak terlalu mencolok penampilannya kayak anak magang wkwk. Tapi intinya saya berusaha membawa barang seminimal mungkin. Lalu bagaimana dengan kado yang saya dapat? Ini membuat bingung.

Kalau saya harus balik ke asrama, jaraknya 1 jam perjalanan. Lalu harus 1.5 jam lagi untuk menuju ke terminalnya. Padahal saat itu saya baru bisa beranjak sekitar waktu asar. Akhirnya saya menitipkan sebagian kado itu ke kosan teman dekat saya. Bersyukur sekali dia bersedia. Huhu makasih banyak, Nad.

Setelah memilah barang mana yang akan ditinggal, sholat asar, dan menumpang mandi, saya berpamitan.  Perjalanan saya lanjutkan ke terminal sekitar jam 4 sore. Diri rasanya sudah kering kemarau kehausan. Alhamdulillah bisnya cepat datang dan segera berangkat. Penumpangnya tidak penuh. Memang saat itu belum terlalu mepet dengan jadwal dimulainya cuti lebaran.

Dalam perjalanan, saya merenungkan yang terjadi pada hari itu. Betapa saya bersyukur akhirnya bisa melewati satu lagi titik mendebarkan dalam hidup. Kala itu, saya tidak memikirkan lagi akan seperti apa prosesnya dan nilai apa yang akan saya dapatkan. Saya hanya berpikir, 'Pokoknya sebelum mudik harus sudah sidang, entah gimana caranya.' Sungguh nekat sih menurut saya. Dan betul, saya dibantai oleh penguji. Banyak sekali yang harus direvisi. Pun ada kesalahan yang sifatnya fatal sampai mengubah simpulan wkwk. Tapi ya sudahlah, sepahit-pahitnya hari itu, saya sudah mendapat obatnya: pulang.

Tiket dalam foto itu menjadi saksi perjalanan pulang yang telah saya nantikan selama rentang waktu mengerjakan skripsi. Perjalanan teriring sore yang perlahan beranjak berganti senja yang memekat. Hingga terdengar azan magrib dan tiba waktu berbuka. Saya membatalkan puasa dengan air minum dan gethuk goreng pemberian teman saat setelah sidang tadi. Sebuah sore yang sederhana tapi cukup berkesan.

Hari ini, belum sampai 1 tahun setelah foto itu diambil. Keadaan saya sudah jauh berbeda. Tapi yang pasti, sejauh saya pergi di dunia ini, tempat terbaik untuk kembali adalah rumah. Kalau sudah begitu, maka anjuran #dirumahaja bagi saya bukan masalah. Hehe ._.v

N150520W
23.57
Jincha pedas dan ayam geprek jelang tengah malam
#Post_itivity

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#Day 25 Share 1 story about hikmah ramadan!

'Cinta terlarang' kami memang sudah semestinya berakhir, semoga selamanya~ Saya dan pusing adalah sepasang yang mulanya selalu bersama. Setiap hari setidaknya pasti ada satu momen dimana saya berjumpa dengannya. Pusing yang saya maksud adalah tipe yang rasanya muter sampai badan seperti mau ambruk. Ini terutama saya rasakan kalau berpindah posisi tubuh secara tiba-tiba. Misalnya dari rebahan langsung duduk atau dari duduk langsung berdiri. Perlu waktu beberapa detik penyesuaian sambil memejamkan mata dahulu agar berhasil stabil. Kalau dilihat dari tekanan darah sebenarnya memang konsisten cenderung lebih rendah daripada orang lain pada umumnya. Tapi setelah berkonsultasi dengan suster sekolah katanya itu bukan masalah, karena setiap orang punya kisaran normalnya sendiri. Dugaan lain yang menjadi penyebabnya adalah rendahnya kadar hemoglobin dalam darah saya. Iya yang ini cukup terbukti sih. Sudah pernah saya periksakan juga dan memang demikian hasilnya. Saat sedang dalam hari...

Saya dan Rasa Lain yang Lucu

 Rasanya belum lama sejak terakhir menulis tentang rasa suka yang lucu. Rasa. Suka. ... yang sekejap menjadi tidak lucu lagi. Barangkali mimpi itu hanya canda. Bunga tidur yang mengada-ada. Tapi bisa juga ia adalah pertanda. Bahwa yang dinanti tak kunjung tiba, sebenarnya memang sudah selesai tak bersisa. Senangnya, saya biasa saja. Ya! Ini adalah rasa yang lucu. Saya sendiri heran. Pernyataan-pernyataan dari seseorang berhasil membuat saya berpindah haluan. Yang dulu disimpan, kini betulan berhasil diikhlaskan. Saya tidak menyangka. Saya tersadar dibuatnya. Yang sebenarnya dipertahankan bukanlah murni rasa sayang pada orangnya. Namun lebih kepada momennya yang telah terjalin lama. Lalu selanjutnya apa? Tidak tahu juga. Setidaknya untuk saat ini belum ada rencana untuk mengapa-apakan kotak rasa saya.  .  . . Yang pasti saya ketahui saat ini, bubuk kopi darimu sudah tak tersisa untuk diseduh dan dinikmati lagi.   Y281121K -selalu ada yang lain

#Day 11 Imagine that you are giving a kultum, what will you tell?

  Wabah: Pengingat tentang Terbatasnya Waktu Kita   Pandemi! Itu adalah status COVID-19 saat ini. Pandemi menurut WHO dijelaskan sebagai wabah yang sifatnya menyebar global dan mendunia. Meski semula memang ditemukan di Cina, virus ini merebak hingga kini telah mencakup 199 negara (re: saat draft tulisan ini pertama saya buat). Pelan tapi pasti, satu persatu aspek kehidupan kita terpengaruh oleh makhluk kecil tak kasat mata tapi nyata ini. Aspek kesehatan? Tentu signifikan sekali. Aspek ekonomi? Perlahan terguncang terganggu keseimbangannya. Aspek sosial? Manusia dipaksa berjauhan secara fisik, social distancing istilahnya. Masih banyak yang harus dirinci bila ingin mendeskripsikan betapa dahsyat dampak yang virus ini berikan. Namun bagaimanapun, setiap yang telah ditakdirkan oleh-Nya tentu membawa hikmah tersendiri bagi orang orang yang mau bertafakur dan merenungi sisi positif dengan bijaksana. Walau mungkin saat ini dunia sedang berduka, mari kita tilik sisi...