Langsung ke konten utama

#Day 20 Post one of your favorite mahfudzat!

Jujur ya, saya baru menemukan mahfuzat ini barusan. Jadi.. apakah tetap bisa dianggap sebagai favorit? Boleh saja lahya~

Dari hasil berselancar di dunia maya, saya memilih yang membuat diri terpikat. Dari maknanya maupun dari susunan katanya, bahkan hurufnya.

لِكُلِّ مَقَامٍ مَقَالٌ وَلِكُلِّ مَقَالٍ مَقَامٌ
Likulli maqaamin maqaalun, wa likulli maqaalin maqaamun

Kalau diperhatikan, kata maqaalun dan maqaamun hanya berbeda 1 huruf. Tapi rupanya yang satu itulah menjadi pembeda arti. Pun yang membuatnya unik lagi adalah kedua kata itu bisa disandingkan dalam serangkai kalimat penuh hikmah.

Arti dari kata mutiara tersebut adalah sebagai berikut.

Untuk tiap-tiap tempat itu ada kata-katanya yang tepat, dan untuk setiap kata itu ada tempatnya yang tepat.

Mahfuzat ini menjadi pengingat bagi saya, bahwa yang benar tidak selau tepat. Termasuk dalam perkataan. Kita bisa saja punya fakta yang kebenatannya pasti, didukung data yang valid dan terkini. Namun boleh jadi fakta itu tak perlu disampaikan di semua tempat. Fakta benar itu hanya akan terdengar benar bila berada di tempat yang tepat. Jadi jangan berkecil hati bila kita punya pendapat yang tertolak. Mungkin saja itu bukan karena pendapatnya yang salah, tapi tempat penyampaiannya lah yang kurang cocok.


N130520W
23.14
Pengumuman hasil perjuangan!
Btw cilok isi keju dipadu bumbu sambal kecap ternyata enak juga🤤
#Post_itivity

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#Day 25 Share 1 story about hikmah ramadan!

'Cinta terlarang' kami memang sudah semestinya berakhir, semoga selamanya~ Saya dan pusing adalah sepasang yang mulanya selalu bersama. Setiap hari setidaknya pasti ada satu momen dimana saya berjumpa dengannya. Pusing yang saya maksud adalah tipe yang rasanya muter sampai badan seperti mau ambruk. Ini terutama saya rasakan kalau berpindah posisi tubuh secara tiba-tiba. Misalnya dari rebahan langsung duduk atau dari duduk langsung berdiri. Perlu waktu beberapa detik penyesuaian sambil memejamkan mata dahulu agar berhasil stabil. Kalau dilihat dari tekanan darah sebenarnya memang konsisten cenderung lebih rendah daripada orang lain pada umumnya. Tapi setelah berkonsultasi dengan suster sekolah katanya itu bukan masalah, karena setiap orang punya kisaran normalnya sendiri. Dugaan lain yang menjadi penyebabnya adalah rendahnya kadar hemoglobin dalam darah saya. Iya yang ini cukup terbukti sih. Sudah pernah saya periksakan juga dan memang demikian hasilnya. Saat sedang dalam hari...

Saya dan Rasa Lain yang Lucu

 Rasanya belum lama sejak terakhir menulis tentang rasa suka yang lucu. Rasa. Suka. ... yang sekejap menjadi tidak lucu lagi. Barangkali mimpi itu hanya canda. Bunga tidur yang mengada-ada. Tapi bisa juga ia adalah pertanda. Bahwa yang dinanti tak kunjung tiba, sebenarnya memang sudah selesai tak bersisa. Senangnya, saya biasa saja. Ya! Ini adalah rasa yang lucu. Saya sendiri heran. Pernyataan-pernyataan dari seseorang berhasil membuat saya berpindah haluan. Yang dulu disimpan, kini betulan berhasil diikhlaskan. Saya tidak menyangka. Saya tersadar dibuatnya. Yang sebenarnya dipertahankan bukanlah murni rasa sayang pada orangnya. Namun lebih kepada momennya yang telah terjalin lama. Lalu selanjutnya apa? Tidak tahu juga. Setidaknya untuk saat ini belum ada rencana untuk mengapa-apakan kotak rasa saya.  .  . . Yang pasti saya ketahui saat ini, bubuk kopi darimu sudah tak tersisa untuk diseduh dan dinikmati lagi.   Y281121K -selalu ada yang lain

#Day 11 Imagine that you are giving a kultum, what will you tell?

  Wabah: Pengingat tentang Terbatasnya Waktu Kita   Pandemi! Itu adalah status COVID-19 saat ini. Pandemi menurut WHO dijelaskan sebagai wabah yang sifatnya menyebar global dan mendunia. Meski semula memang ditemukan di Cina, virus ini merebak hingga kini telah mencakup 199 negara (re: saat draft tulisan ini pertama saya buat). Pelan tapi pasti, satu persatu aspek kehidupan kita terpengaruh oleh makhluk kecil tak kasat mata tapi nyata ini. Aspek kesehatan? Tentu signifikan sekali. Aspek ekonomi? Perlahan terguncang terganggu keseimbangannya. Aspek sosial? Manusia dipaksa berjauhan secara fisik, social distancing istilahnya. Masih banyak yang harus dirinci bila ingin mendeskripsikan betapa dahsyat dampak yang virus ini berikan. Namun bagaimanapun, setiap yang telah ditakdirkan oleh-Nya tentu membawa hikmah tersendiri bagi orang orang yang mau bertafakur dan merenungi sisi positif dengan bijaksana. Walau mungkin saat ini dunia sedang berduka, mari kita tilik sisi...