Langsung ke konten utama

#Day 16 Recommend a 'hidden gem' yet useful app in your phone!

Forest!

Blur yah. Maklum, gambar hasil screenshot lalu dizoom sih~


Entah apakah sekarang masih tergolong hidden gem atau tidak, tapi saat dahulu pertama kali, saya merasa seperti telah menemukan harta karun. Sudah satu tahun saya memakai aplikasi yang sangat membantu saya mengatur waktu penggunaan handphone ini. Awalnya saya sedang mencari aplikasi habit tracker, namun justru Forest yang muncul sebagai salah satu aplikasi rekomendasi editor. Ukurannya yang tidak terlalu besar dan sifatnya yang tidak berbayar (kecuali upgrade premium) menjadi pertimbangan untuk saya coba menginstallnya.

Konsep dasar Forest adalah pengguna bisa menanam pohon virtual selama durasi waktu yang bisa diatur. Selama proses pertumbuhan pohon, pengguna tidak bisa beralih layar ke aplikasi lain. Bila nekat melakukannya, maka pengguna harus rela pohonnya mati. Dengan begitu, kita dilatih untuk sedikit demi sedikit lepas dari handphone sehingga bisa fokus melakukan hal yang lebih produktif.

Waktu minimal penanaman 1 pohon adalah 10 menit, lalu berlanjut dengan kelipatan 10 sampai maksimalnya 180 menit. Saat awal penggunaan aplikasi ini, saya memulainya dengan durasi tersingkat, lalu pelan-pelan saya tambah. Yang menjadi motivasi untuk terus menanam adalah bahwa kita akan mendapat koin. Koin ini bisa digunakan untuk membeli jenis-jenis pohon virtual yang lain. Jadi semakin sering kita menanam pohon, maka semakin cepat koin terkumpul, dan aneka ragam pohon bisa dimiliki.

Aplikasi ini sangat terasa manfaatnya terutama pada masa-masa saya mengerjakan skripsi. Saat itu, saya biasa memilih spot favorit yang jauh dari keramaian tapi tetap terjangkau internet. Kemudian saya mulai 'menanam pohon' dengan durasi sekitar 45 menit. Dalam waktu itu, mau tidak mau saya harus lepas dari handphone, mengabaikan notifikasi, lalu berkutat melanjutkan tulisan, fokus menyelesaikan skripsi. Ini berlangsung sampai skripsi saya selesai, dengan siklus 45 menit fokus-15 menit istirahat-45 menit fokus lagi, dan seterusnya. Yaa kadang nggak sesuai siklus itu sih. Bisa saja berubah karena banyak hal. Misalnya ketemu dosen untuk bimbingan, diajak teman diskusi bareng, spilling the tea *eh, atau ngantuk lalu tidur ehehe.

Hasil yang saya rasakan dari rutin menggunakan Forest adalah menjadi terbiasa untuk tidak mudah terdistraksi oleh handphone saat diri harus fokus mengerjakan sesuatu. Sampai sekarang pun, walau sudah jauh dari saat skripsi saya selesai, saya masih menanam pohon di aplikasi ini setiap hari. Karena rutinitas itu, koleksi pohon virtual saya sudah hampir lengkap! Pun kebun saya juga sudah warna-warni. Seperti ini misalnya :)





Kedepannya, saya harap aplikasi ini bisa semakin dikenal sehingga manfaatnya bisa dirasakan orang banyak. Saya juga berharap agar semakin banyak fitur dan keunggulan yang ditambahkan ke dalamnya. Tapi mau bagaimanapun bagusnya sebuah aplikasi, ia tetaplah hanya alat bantu. Yang paling berperan dalam mengubah kebiasaan adalah diri sendiri. Demikian juga berlaku untuk Forest. Mungkin efek penggunaannya akan berbeda-beda bagi tiap orang.

N090520W
23.46
Nuzulul Quran!
#Post_itivity

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#Day 25 Share 1 story about hikmah ramadan!

'Cinta terlarang' kami memang sudah semestinya berakhir, semoga selamanya~ Saya dan pusing adalah sepasang yang mulanya selalu bersama. Setiap hari setidaknya pasti ada satu momen dimana saya berjumpa dengannya. Pusing yang saya maksud adalah tipe yang rasanya muter sampai badan seperti mau ambruk. Ini terutama saya rasakan kalau berpindah posisi tubuh secara tiba-tiba. Misalnya dari rebahan langsung duduk atau dari duduk langsung berdiri. Perlu waktu beberapa detik penyesuaian sambil memejamkan mata dahulu agar berhasil stabil. Kalau dilihat dari tekanan darah sebenarnya memang konsisten cenderung lebih rendah daripada orang lain pada umumnya. Tapi setelah berkonsultasi dengan suster sekolah katanya itu bukan masalah, karena setiap orang punya kisaran normalnya sendiri. Dugaan lain yang menjadi penyebabnya adalah rendahnya kadar hemoglobin dalam darah saya. Iya yang ini cukup terbukti sih. Sudah pernah saya periksakan juga dan memang demikian hasilnya. Saat sedang dalam hari...

Saya dan Rasa Lain yang Lucu

 Rasanya belum lama sejak terakhir menulis tentang rasa suka yang lucu. Rasa. Suka. ... yang sekejap menjadi tidak lucu lagi. Barangkali mimpi itu hanya canda. Bunga tidur yang mengada-ada. Tapi bisa juga ia adalah pertanda. Bahwa yang dinanti tak kunjung tiba, sebenarnya memang sudah selesai tak bersisa. Senangnya, saya biasa saja. Ya! Ini adalah rasa yang lucu. Saya sendiri heran. Pernyataan-pernyataan dari seseorang berhasil membuat saya berpindah haluan. Yang dulu disimpan, kini betulan berhasil diikhlaskan. Saya tidak menyangka. Saya tersadar dibuatnya. Yang sebenarnya dipertahankan bukanlah murni rasa sayang pada orangnya. Namun lebih kepada momennya yang telah terjalin lama. Lalu selanjutnya apa? Tidak tahu juga. Setidaknya untuk saat ini belum ada rencana untuk mengapa-apakan kotak rasa saya.  .  . . Yang pasti saya ketahui saat ini, bubuk kopi darimu sudah tak tersisa untuk diseduh dan dinikmati lagi.   Y281121K -selalu ada yang lain

#Day 11 Imagine that you are giving a kultum, what will you tell?

  Wabah: Pengingat tentang Terbatasnya Waktu Kita   Pandemi! Itu adalah status COVID-19 saat ini. Pandemi menurut WHO dijelaskan sebagai wabah yang sifatnya menyebar global dan mendunia. Meski semula memang ditemukan di Cina, virus ini merebak hingga kini telah mencakup 199 negara (re: saat draft tulisan ini pertama saya buat). Pelan tapi pasti, satu persatu aspek kehidupan kita terpengaruh oleh makhluk kecil tak kasat mata tapi nyata ini. Aspek kesehatan? Tentu signifikan sekali. Aspek ekonomi? Perlahan terguncang terganggu keseimbangannya. Aspek sosial? Manusia dipaksa berjauhan secara fisik, social distancing istilahnya. Masih banyak yang harus dirinci bila ingin mendeskripsikan betapa dahsyat dampak yang virus ini berikan. Namun bagaimanapun, setiap yang telah ditakdirkan oleh-Nya tentu membawa hikmah tersendiri bagi orang orang yang mau bertafakur dan merenungi sisi positif dengan bijaksana. Walau mungkin saat ini dunia sedang berduka, mari kita tilik sisi...